Kamis, 18 Maret 2010

0 komentar

MENYELINAP JIGGING SAAT ANGIN BARAT 'TERLELAP SEKEJAP DIPERAIRAN BINUANGEUN TAYANG DI MANCING MANIA TRANS|7 HARI SABTU 13 MARET 2010 pukul 16.00 WIB

Cerita dari trip lama, belum lama-lama amat sebenarnya karena dilakukan pada 23-24 Januari 2010 yang lalu (tetapi bagi saya sudah terlalu lama karena setelah itu saya sudah berada di tempat lain lagi untuk waktu yang lama yang rasanya trip yang disebut baru itu adalah trip yang baru dilakukan satu atau dua hari yang lalu). Akhir Januari itu Tim Mancing Mania Trans 7 bersama-sama kawan-kawan dari Maguro Fishing Team (terdiri dari beberapa member IFT Fishing Forum dan kru dari Dunia Pancing Latumenten, Jakarta) mengadakan trip jigging ke saltwater fishing ground paling klasik di Banten selatan yakni Binuangeun. Selusin lebih peserta ikut dalam trip ini. Ditambah dengan kami dan juga kru kapal maka kami pun akhirnya terbagi dalam dua fishing fleet (kapal mancing) berbeda. KM Jagat2 dan KM Jagat 3. Kedua kapal mancing ini cukup terkenal dan berkelas di kalangan para pecinta Binuangeun karena kalau berlangsung turnamen di sana tim-tim yang menyewa kedua kapal ini sering menyabet juara, cerminan bahwa kapten dan abk kapal sangat mumpuni ‘bermain’ di perairan Binuangeun.
Tim Kapal Jagat 2
Tim Kapal Jagat 3
Saya (Michael Kru mancing mania Trans|7), Ade (Dupala), Slamet (Dupala), Roy, Misdi, Nurhimawan, Yohanes (Bungai), Yulianto, Ferry, Somali, Sugik, Acung, berada di KM Jagat 2 yang dikemudikan oleh Kapten Ambo, Salah satu kapten paling top di Binuangeun. Rekan-rekan yang lain termasuk bos saya Mas DW berada di Km Jagat 3. Suasana di Binuangeun sejak kami merapat sehari sebelunya (22/01/2010) sangat sepi karena saat itu sebenarnya sedang berlangsung musim baratan (musim angin barat) yang terkenal dengan gelombang dan ombak besarnya yang membuat lautan sunyi dari kapal-kapal dan para pemancing. Lalu apa kami adalah sekumpulan orang-orang bodoh yang nekat melaut meski cuaca sedang buruk sedang mengamuk? Tidak sama sekali. Kami melakukan trip ini karena setelah melakukan pemantauan cuaca dalam waktu yang lama di situs-sius cuaca online kami menemukan pada hari-hari tersebut angin barat di Binuangeun akan mereda dalam beberapa hari.

Dalam trip kali ini disepakati kami akan menggunakan teknik jigging sebagai teknik utama yang kami aplikasikan. Trolling dan mancing dasaran sejak dulu telah menjadi semacam keharusan di sini karena memang itulah yang paling efektif dan pas dilakukan di Binuangeun. Jigging meski juga cocok di Binuangeun tidak memiliki massa pemancing sebesar trolling dan mancing dasar. Jadi kali ini kami sepakat menjadikan trolling dan mancing dasar sebagai pelengkap saja, trolling dilakukan saat pindah lokasi, sedangkan mancing dasar dilakukan hanya jika bulu ketek sudah rontok semua karena tidak kuat jigging lagi,hehehe….,Kesepakatan yang sangat menarik untuk para pemancing muda. Tak heran saat kami mulai jigging di hari pertama di spot-spot selatan Pulau Tinjil dan atau di Karang De’et di dekat Pulau Deli banyak pemancing kawakan yang lebih memilih untuk bobo siang. Haha! Jigging memang perlu tenaga kuda, nafas kebo, dan tangan Rambo!






Dalam perjalanan menuju pulau tinjil-Deli-karang tengah-karang Benowo, umpan rapala dan set joran trolling kepunyaan kapal Jagat 2 yang diset beberapa disambar oleh ikan tenggiri berukuran ±5kg yang tidak lama langsung dikuasai oleh Tim dan kapal pun melanjutkan perjalanan menuju selatan tinjil.
Kapal mulai perlahan berhenti Abk sibuk menyiapkan jangkar untuk diturunkan, begitupula Tim bergegas dengan piranti yang sudah siap ditangan menunggu aba2 untuk menurunkan metal jig, dan aktifitas mancing jigging pun dimulai.
Metal jig Maguro Predatory 200g Bapak Yulianto yang pertama disambar oleh predator laut yang merasa terusik atau memang selera makan ikan2 dikedalaman sudah mulai dirasakan, Mantap! Seekor amberjack berukuran cukup besar kurang lebih 10 kg. Mengesankan karena siang bolong sudah hooked up amberjack di Binuangeun, biasanya di sini pada siang hari ikan giant trevally (kuwe gerong) yang suka menyerang metal jig, tidak lama kemudian strike terjadi lagi, kali ini Ade (kru Dunia Pancing Latumenten, Jakarta) menjadi eksekutor dengan mengandalakan rill okuma cedros 65 PE6 dipadu dengan joran prototype blank dari MAGURO jaws yang berbuah hasil seekor amberjack berukuran kurang lebih 7 kg terangkat tak berdaya setelah melakukan perlawanan yang cukup membangkitkan adrenalin. Aktifitas strike terus berlangsung tetapi ikan-ikan yang berukuran kecil saja yang cukup mendominasi saat ini seperti Kurisi cablak, Salem, dan kakap merah.

Sedang asyik strike ikan-ikan rame, tiba-tiba terdengar kegaduhan buritan kapal, sontak saya bangun dan menghampiri, ternyata Yohanes (Bungai) sedang asyik berbagi pengalamannya oleh kapten ambo tentang mancing tehnik handline disambut oleh penghuni bawah laut. Nafas yang terhela dan telapak tangan yang dijaga pun tak kuasa rasanya melihat pergulatan strike oleh Yohanes (Bungai), mahluk apa gerangan yang hingga membuat Yohanes (Bungai) sedikit cemas, tak lama kemudian muncul kepermukaan ikan berbentuk aerodinamis dan strip kuning ditengah, ternyata Amberjack lagi, rupanya kumpulan Amberjack berukuran besar –besar sedang berada tepat dibawah kapal kami (Jagat2). 

Semangat Tim pun makin bergejolak melihat penghuni kedalaman yang berhasil naik kepermukaan. Satu persatu JIG terus turun tajam kedasar laut kedalaman 100-150meter, ukuran Jig pun harus diseragamkan dalam penurunan bersama mengingat arus yang kuat akan membawa jig melayang yang dapat membuat jig satu dan yang lain tersangkut apabila ukuran berat berbeda.


Aktifitas jigging terus berlanjut seketika, Irama dalam tarian metal jig ferry dikedalaman ±70meter serentak terasa olehnya ada yang menyambar dengan keras, lantas piranti nya ia peluk erat sambil sesekali dipompa. Ikan tidak melakukan perlawanan yang agresif akan tetapi bertahan cukup lama aksi untuk melepaskan diri dari hooked up ferry, tidak salah lagi ternyata Kuwe lilin berukuran ±5kg. Kuwe adalah ikan yang terkenal dari ketahanan fisik berjuang untuk melepaskan diri dari hooked up pancing, meskipun kuwe yang berukuran kecil sekali pun.
Hari semakin sore, matahari sudah terbenam walau Tim pun sudah terlihat sedikit kelelahan, semangat terus menggebu mengingat jam makan sore ikan yang biasanya bagus di waktu seperti ini. Pompa-an demi pompa-an terus dilakukan mengharap Ikan hook up disalah satu dari Tim ternyata kurang disambut saat ini, saya pun kembali melanjutkan makan siang saya yang tertunda karena asyiknya mengabadikan momen Tim dalam pita kaset video.
Aktifitas Memancing malam hari pun sudah dimulai, beberapa dari Tim mencoba peruntungannya lewat memancing dasar, mengingat untuk tidak terlalu memaksakan fisik terlalu berat. Abk sibuk membantu menyiapkan umpan irisan ikan tongkol dan cumi untuk mancing dasaran.
Malam pun semakin larut tidak ada sambaran yang berarti dikarenakan banyaknya ikan lumba-lumba yang bermain di dekat kapal kami, saya pun sejenak meng-istirahatkan diri diruang tengah dari kapal Jagat 2.
Terbangun dari tidur jam 4 pagi terlihat Ade,Fery,Nur,yulianto masih asyik mancing digeladak kapal canda tawa dari mereka terdengar asyik saya pun bergabung dan tiba2 ayunan dari joran Maguro Punisher PE2 ke umpan jig Blanka 100g biru ditangan Ade menarik perhatian sekumpulan ikan Tongkol ±5kg, alhasil strike pun berhasil dikuasai Ade, tidak lama kemudian feri,dan Nur ikut merasakan sensasi lincahnya ikan tongkol diperairan binuangeun fight dengan piranti light jigging, Strike ikan tongkol pun mulai berhenti disaat matahari mulai terbit.


Sarapan pagi dengan sepotong roti dan segelas kopi tidak sempat saya habiskan karena joran dari Yulianto terlihat melengkung, dan tdk lama saya dapatkan hasil mulai naik kepermukaan yang ternyata adalah belut laut bergigi tajam-tajam dan berwarna coklat muda melingkar, canda tawa terlontar dari kami yang memang butuh hiburan seperti ini.
Usaha keras dan doa Fery memang betul membuahkan hasil yang manis dengan indahnya lengkungan joran dan nyanyian drag dari piranti Fery langsung didekap erat yang dipompa dan gulung konstan, kali ini pertarungan cukup lama saya pun mulai agak kelelahan menunggu munculnya sang predator kepermukaan. Dukungan pun selalu terlontar dari mulut Tim untuk Fery menyelesaikan pertarungan ini, akhirnya ikan mulai terlihat dan ternyata Amberjack berukuran ±18kg berhasil ditaklukan Fery, Salut untuk kegigihan fery dalam melakukan putaran demi putaran spinning rill yang disaksikan cukup menghibur saya dan Tim.
Setelah usaha kami untuk mendapatkan ikan2 besar kami sudah tidak lagi membuahkan hasil melainkan hanya ikan2 ‘table size’ seperti kerapu,kakap merah, dll kami pun memutuskan untuk bersiap dan kembali pulang ke daratan berkah resort.

Sumber :